Saturday, October 30, 2010

Profil Kikyo



Nama : Kikyo
Umur : 18 (umurnya ketika tewas)
Keluarga : Kaede (adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Onigumo

Kikyo adalah miko (pendeta shinto wanita) berkekuatan spiritual hebat yang mampu mengalahkan banyak siluman dan menyucikan hawa jahat. Karena kemampuan itu ia dipercaya untuk memegang shikon no tama, bola yang dapat memberi kekuatan bagi siapa pun yang menggunakan, untuk tetap dijaga kesuciannya dan terhindar dari kejahatan.

Di sela-sela perjuangannya membasmi siluman jahat yang mencoba melawan, Kikyo juga menghadapi sorang hanyo(manusia setengah siluman) bernama Inuyasha yang hendak merebut shikon no tama karena ingin menggunakan bola kristal itu untuk berubah menjadi siluman sejati. Kikyo melihat kebaikan dalam diri hanyo yang bersifat kekanak-kanakan ini, sehingga tak pernah ada niat untuk saling melukai. Pertemuan demi pertemuan membuat mereka saling mengenal dan memahami keadaan satu sama lain, hingga kemudian tumbuh rasa cinta di antara keduanya. Kikyo pun menawarkan pada Inuyasha agar menggunakan shikon no tama untuk berubah menjadi manusia, lalu mereka hidup bersama sebagai manusia biasa, karena tanpa shikon no tama Kikyo akan menjadi manusia biasa yang tak memiliki kekuatan besar untuk melawan siluman. Inuyasha yang tak menduga gadis berhati mulia itu ternyata memiliki perasaan begitu kuat padanya, mencoba mempertimbangkan tawaran tersebut… hingga akhirnya menerima.

Di sisi lain, Suatu waktu Kikyo menolong seorang perampok yang tubuhnya terbakar dan lumpuh sehingga hanya bisa terbaring di dalam sebuah gua. Setiap hari Kikyo ditemani adiknya Kaede yang masih kecil selalu mengunjungi, memberi makan dan mengurus pria bernama Onigumo (laba-laba setan) itu,hingga tanpa diduga ternyata menumbuhkan rasa ingin memiliki dalam hati Onigumo.
Bagai air susu dibalas dengan air tuba, Onigumo menyerahkan tubuhnya pada siluman demi mendapat kekuatan dan obsesi memiliki Kikyo. Karena kekuatan jahat ratusan siluman menguasainya, Onigumo seolah lahir kembali menjadi siluman kuat dan sangat licik bernama Naraku.

Tepat di hari perjanjian Kikyo dan Inuyasha menggunakan shikon no tama untuk mengubah Inuyasha menjadi manusia, yang muncul di hadapan Kikyo justru ‘Inuyasha’ yang tanpa ragu menyerang dengan cakarnya dan merebut shikon no tama dari Kikyo. Kikyo pun sangat marah dan kecewa, karena ia telah begitu percaya pada Inuyasha. Hingga setelah Inuyasha mengamuk di kuil Kikyo dan merusak desa, ia menyegel Inuyasha dengan panahnya. Dengan kekuatan yang tersisa karena terluka cukup parah, Kikyo meminta Kaede membakar tubuhnya yang membawa shikon no tama agar bola kristal itu lenyap dari alam ini bersama dengan kematiannya…

50 tahun kemudian, shikon no tama muncul kembali bersama dengan hadirnya Kagome dari masa depan yang merupakan reinkarnasi Kikyo. Inuyasha juga telah dilepas segelnya oleh Kagome yang memiliki kekuatan spiritual setara dengan Kikyo.
Suatu hari, muncul seorang penyihir wanita bernama urasue yang hendak membuat boneka suruhan dalam wujud Kikyo. Ia mencuri tulang dan tanah kubur Kikyo yang memang berada tidak jauh dari kuil Kikyo yang kini dijaga Kaede. Dengan sedikit jiwa yang diambil dari Kagome, Urasue berhasil membangkitkan kembali Kikyo yang terkenal sebagai miko yang kuat. Tapi alih-alih menjadi boneka yang dapat dikendalikan bagi Urasue, sesaat setelah bangkit Kikyo langsung menghancurkan penyihir itu. Selanjutnya Kikyo hendak menyerang Inuyasha, namun karena kekuatannya tidak cukup untuk melawan maka ia melarikan diri.
Kikyo pun menjadi semacam zombie yang dengan menggunakan siluman bernama shinidamachu mengumpulkan kekuatan dari jiwa gadis muda yang baru mati, dan ia masih menyimpan dendam pada Inuyasha.

“Seandainya aku masih hidup… Mungkin aku yang akan mengubahnya

Setelah mendengar penjelasan dari Kaede, Kikyo mengerti bahwa ia dan Inuyasha telah diadu-domba. Ia lalu berusaha memburu Naraku, meski tetap tak mau bergabung dengan Inuyasha dan kawan-kawan yang melakukan perjalanan bersama. Kikyo melihat Inuyasha telah banyak berubah, sorot mata yang dulu tak mempercayai siapapun, sekarang telah menemukan tempat untuk berbagi. Seorang hanyo yang selalu kasar dan tak punya teman, sekarang disukai dan bisa dilihat kebaikannya. Satu hal yang dulu ingin dilakukannya pada Inuyasha, ternyata telah dilakukan oleh Kagome…

Senjata

Kikyo sangat mahir menggunakan busur dan anak panah untuk mengalahkan musuh. Kagome yang masih pemula dalam menggunakan senjata ini tentu tak dapat menandingi. Tapi Kikyo juga sering terdesak karena hanya sendirian. Di saat seperti itu, Inuyasha selalu datang untuk menolongnya karena tak ingin kehilangan Kikyo untuk kedua kali. Dan saat itu pula Kagome harus menyadari posisinya sebagai yang kedua.

Akhir Perjuangan Kikyo

Awalnya, Kikyo yang masih dikuasai dendam menjadi tak begitu menghargai nyawa manusia. Ia bahkan sempat hendak mengambil kesempatan untuk membunuh Kagome. Tetapi sedikit demi sedikit ia terpengaruh oleh kebaikan Kagome dan yang lain, hingga sifat aslinya pun kembali. Kikyo mengorbankan dirinya untuk mengalahkan Naraku, tapi tidak berhasil. Sebelumnya, Kikyo diperkirakan musnah karena racun Naraku tapi ternyata ia masih bertahan dan berhasil diselamatkan oleh Kagome. Tapi untuk kedua kalinya, Kagome tak mampu menyelamatkan Kikyo. Tidak hanya Inuyasha, tapi Kagome dan yang lain juga merasa kehilangan karena di akhir keberadaannya Kikyo telah menjadi bagian dari mereka.
Dan pada saat kepergiannya, hanya Inuyasha yang menemani Kikyo hingga tubuh gadis itu menjadi cahaya yang hilang ditelan malam.

Profil Kagome



Nama : Higurashi Kagome
Umur : 15 tahun
Keluarga : Ibu,kakek,Sota(adik)
Kekasih : Inuyasha
Admirer : Hojo,Koga,Jinenji
Sahabat : Miroku,Sango,Shippo,Kakek Myoga,Totosai


Higurashi Kagome adalah gadis kelas 3 SMP yang tinggal di rumah dengan sebuah kuil bersama ibu, kakek, dan adik laki-laki bernama Sota. Suatu hari, terjadi keanehan pada sumur di kuil. Tiba-tiba muncul sesosok siluman yang menarik Kagome masuk ke dalam sumur tersebut. Setelah keluar ternyata Kagome berada di tempat yang berbeda, seperti jauh di masa lalu pada zaman perang. Ia juga tidak tahu dapat dari mana kekuatan mengalahkan siluman yang tadi menariknya ke tempat itu. Lalu Kagome berjalan dan menemukan Inuyasha yang seolah tidur di pohon besar dengan anak panah menancap padanya. Pohon itu dan sumur tadi sepertinya sama dengan yang ada di kuil di rumah Kagome.

Sampai di sebuah desa, Kagome bertemu dengan nenek Kaede yang kemudian mengatakan bahwa kemungkinan Kagome adalah reinkarnasi Kikyo, karena wajah dan kemampuannya sangat mirip. Kemudian para siluman kembali menyerang hingga shikon no tama keluar dari tubuh Kagome, dan ia terpaksa melepas segel Inuyasha agar bisa mengalahkan para siluman yang menyerang. Supaya Inuyasha tidak macam-macam (berusaha merebut shikon no tama dari Kagome, misalnya), Kaede segera memasangkan kalung mantra pada Inuyasha, dan menyuruh Kagome mengucapkan 1 kata yang akan membuat Inuyasha lumpuh hingga jatuh ke tanah seolah berat tubuhnya berton-ton. Kata yang terpikirkan oleh Kagome saat itu adalah “Osuwari” yang berarti “duduk” (perintah untuk menyuruh anjing duduk).

Lalu, seekor siluman burung berhasil merebut shikon no tama dan menelan bola kristal itu sambil terbang. Tanpa pikir panjang Kagome memanah burung itu dan berhasil, tapi akibatnya shikon no tama yang hampir melebur dengan tubuh siluman itu pecah berkeping-keping dan tersebar ke segala arah. Karena itulah Kagome harus berpetualang di ‘masa lalu’ ini untuk mengumpulkan kembali pecahan shikon no tama bersama Inuyasha, dan hanya sesekali kembali ke rumahnya lewat sumur yang menghubungkan kedua alam itu.

Sifat

Kagome terlihat sangat lemah dan tidak bisa diandalkan bila melawan musuh secara fisik. Karena itu ia yang selalu dilindungi oleh Inuyasha dan teman-teman yang lain. Tapi kekuatan spiritualnya menunjukkan kesamaan kemampuannya dengan Kikyo, bahkan bisa jadi lebih hebat. Selain Kikyo, hanya Kagome yang selalu bisa memurnikan, melihat, dan merasakan keberadaan pecahan shikon no tama di tubuh siapapun yang menggunakannya.

Meski baru menginjak usia remaja, Kagome bersikap cukup dewasa. Ia sangat sabar menghadapi sikap Inuyasha yang kekanak-kanakan. Ia juga mampu melihat kebaikan di dalam diri Inuyasha, dan pelan-pelan membuat kebaikan itu terpancar keluar lewat sikap Inuyasha.

Tapi, tetap saja ada saatnya Kagome marah, bertengkar, ngambek, atau caper sama Inuyasha. Ya… namanya juga cewek.

“Jadikan Aku yang Kedua…”(???)

Setelah mengenal kebaikan Inuyasha di balik sikapnya yang kasar, Kagome benar-benar menyukai makhluk setengah siluman itu. Terlebih Inuyasha juga menunjukkan gelagat yang sama. Tapi saat mengetahui kisah Inuyasha dan Kikyo di masa lalu, ia merasa jadi orang bodoh yang terang-terangan diduakan. Meski begitu, ia masih optimis karena toh Inuyasha terus bersamanya.Hingga pada suatu hari tanpa sengaja Kagome menyaksikan Inuyasha berjanji pada kikyo bahwa ia akan selalu melindungi Kikyo, Kagome baru sepenuhnya menyadari bahwa ia hanya nomor dua bagi Inuyasha. Kagome dan Inuyasha pun sempat berpisah dalam diam, karena tak ada yang sanggup mengakhiri dengan tegas hubungan yang samar di antara keduanya. Tapi Kagome terus berpikir dan berpikir, hingga akhirnya ia putuskan untuk terus bersama Inuyasha, hanya karena satu alasan : ia ingin bersama Inuyasha. Selama masih ada saat-saat bahagia, dan ada hal yang bisa dilakukannya untuk Inuyasha.

Senjata

Awalnya, Kagome yang memang hanya gadis SMP biasa dari dunia modern itu benar-benar tidak bisa menggunakan senjata apapun. Tapi karena ia adalah reinkarnasi Kikyo, sudah seharusnya ia bisa menggunakan busur dan anak panah seperti halnya Kikyo. Pelan-pelan ia bisa menggunakan senjata itu, walau masih sering meleset dan kekuatan spiritual yang mengisi panahnya pun masih kalah dengan Kikyo. Tapi bila diserang langsung secara spiritual, Kagome cenderung tak terkalahkan, bahkan oleh Kikyo sekalipun.

Profil Inuyasha



Nama : Inuyasha
Umur : 17-18 (tidak termasuk 50 tahun disegel)
Keluarga : Sesshomaru (kakak beda ibu)
Kekasih : Kikyo dan Kagome
Sahabat : Miroku,Sango,Kirara,Shippo,Koga,Kakek Myoga,Totosai


Inuyasha adalah seorang hanyo (manusia setengah siluman), lahir dari ayah siluman anjing yang hebat dan ibu manusia biasa. Keduanya meninggal saat inuyasha masih kecil. Setelah itu, ia hidup sebatang kara jauh dari lingkungan manusia maupun siluman. Saat beranjak dewasa, ia bertemu dengan seorang miko (pendeta shinto wanita) muda yang bernama Kikyo. Miko ini mampu mensucikan dan menjaga shikon no tama (bola empat arwah), bola kristal yang bisa memberikan kekuatan luar biasa pada siapa pun yang memakainya. Karena jenuh menjadi hanyo, Inuyasha berusaha merebut shikon no tama dari Kikyo dengan tujuan menggunakannya untuk berubah menjadi siluman sejati yang lebih kuat. Tapi ia tak pernah berhasil karena tak pernah berniat membunuh Kikyo, dan Kikyo juga tak pernah berusaha membunuh Inuyasha. Lambat laun, Inuyasha jatuh cinta pada Kikyo, dan ia terkejut saat Kikyo menawarkan padanya agar menggunakan shikon no tama untuk menjadi manusia. Dengan demikian, mereka bisa hidup bersama sebagai manusia biasa.
Inuyasha menyetujui tawaran tersebut, akan tetapi pada hari yang dijanjikan ia justru diserang oleh ‘Kikyo’ yang mengejeknya begitu bodoh karena percaya. Dengan marah Inuyasha lalu menyerang desa dan merebut Shikon no tama dari kuil Kikyo. Akibatnya, Kikyo menyegel Inuyasha di sebatang pohon besar dalam hutan dekat desa itu…
50 tahun kemudian, Inuyasha bangkit kembali karena segelnya dilepas oleh seorang gadis bernama Kagome yang ternyata adalah reinkarnasi Kikyo di masa depan. Situasi menjadi kacau sejak shikon no tama muncul kembali setelah hilang selama 50 tahun dan para siluman memperebutkannya. Karena kewalahan, tanpa sengaja Kagome membuat shikon no tama pecah berkeping-keping dan tersebar ke mana-mana. Lalu nenek Kaede, adik Kikyo yang juga seorang miko, menyuruh Inuyasha membantu Kagome mengumpulkan kembali pecahan-pecahan shikon no tama tersebut.
Petualangan panjang mereka dimulai dari sini…

Sifat
Seperti tipikal tokoh hero kebanyakan, meskipun tak terlihat dari perawakannya tapi Inuyasha sangat kuat. Ia mampu mengungguli tenaga dan membasmi Ryukossei, siluman raksasa yang pernah bertarung dengan ayah Inuyasha hingga ayah Inuyasha berhasil menyegelnya, lalu ayah Inuyasha meninggal karena terluka parah. Inuyasha juga pernah membuat Naraku, musuh utama mereka, terdesak (tapi bisa melarikan diri — manjangin cerita).
Dari sikap dan caranya bicara, Inuyasha terkesan keras, kasar, sok, egois, gengsian, sensitif, dan berpikiran sempit. Juga agak lemot, kekanak-kanakan, dan konyol. Tapi di balik itu, hatinya sangat lembut. Ia sangat setiakawan dan selalu melindungi orang-orang yang ia sayangi sekuat tenaga. Karena itulah ia sangat khawatir bila kekuatan silumannya hilang setiap malam bulan baru (saat bulan tidak muncul) dan berubah menjadi manusia biasa.

Dilema
Sejak awal, Inuyasha telah jatuh cinta pada Kikyo. Meskipun marah karena Kikyo menyerang dan menyegelnya, tapi sebenarnya rasa itu tak berubah. Terlebih lagi ketika diketahui ternyata Naraku yang menyerang inuyasha dengan wujud Kikyo, untuk mengadu-domba mereka. Tapi sejak berpetualang dengan Kagome, ia pun mulai menyukai gadis yang meskipun reinkarnasi Kikyo tapi memiliki karakteristik berbeda itu. Kebingungan melanda saat Kikyo bangkit kembali dan ternyata masih menyimpan dendam pada Inuyasha. Meski kemudian tahu musuh mereka adalah Naraku, Kikyo tidak ikut bergabung dengan Inuyasha dan teman-temannya. Tetapi perasaan Inuyasha dan Kikyo masih sama seperti 50 tahun yang lalu. Karena itu bila harus memilih, Inuyasha memilih Kikyo. Walau tentu saja Kagome yang akan terluka…

Senjata
Senjata tetap Inuyasha sebagai setengah siluman anjing tentu saja adalah kukunya. Jurus yang sering ia gunakan dengan mencakar lawan yaitu “Sankontesso” (kuku pemecah besi), dan saat terluka oleh lawan ia bisa menjadikan darahnya sebagai senjata dengan “Hijinkesso” (pedang kuku darah terbang). Kemudian Inuyasha berhasil mendapatkan Tessaiga, pedang pemberian ayahnya yang berusaha direbut oleh Sesshomaru, kakak Inuyasha yang siluman sejati. Tessaiga memiliki tabir pelindung yang tidak dapat disentuh oleh siluman, karena khusus untuk melindungi Inuyasha dan ibunya. Meski tidak sehebat Sesshomaru dalam menemukan dan memakai jurus-jurus andalan Tessaiga, tapi Inuyasha dengan semangat dan kelembutan hatinya berhasil menguasai tiga jurus : “Kaze no kozu” (angin penyayat/luka angin), “Bakuryuha”, dan “Kongosoha”. Tessaiga juga dapat menjadi Tessaiga merah penghancur kekkai (tabir pelindung) berkat seorang anak perempuan penjaga kekkai yang juga adalah seorang hanyo. Lalu setelah mendapat jurus “Dragon Scaled Tessaiga” dari pedang Datsuki yang dapat menyerap energi siluman, Tessaiga memperoleh jurus terbesar dari pedang Tenseiga yaitu “Meido Zangetsuha”.
Satu lagi fungsi Tessaiga adalah meredam gejolak darah siluman Inuyasha. Pada saat terdesak, Inuyasha bisa berubah menjadi siluman dengan kekuatan luar biasa yang tidak terkontrol demi menyelamatkan dirinya. Dengan memegang Tessaiga, hal itu dapat dicegah.